Sejarah Ikhtisar Diri Sendiri
SEJARAH IKHTISAR DIRI SENDIRI
Kelahiran Saya
Hari itu, Kamis 11 Mei 2000 sekitar pukul 05:35 WIB saya
dilahirkan. Dan diberi nama lengkap Risa Amaliah namun sering dipanggil Icha.
Lahir di Kampung Cipendawa 01/07, Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi,
Kabupaten Cianjur. Alhamdulillah lahir dengan normal, tanpa kurang
satupun. Saya lahir di keluarga yang sederhana, Bapak bernama H. Zenal
seorang penjual bunga potong dan Ibu bernama Hj. Rohilah seorang ibu rumah
tangga. Saya merupakan anak ke enam dari tujuh bersaudara.
Masa Merah Putih (SD)
Waktu kecil, saya tidak sekolah TK terlebih dahulu karena
mungkin waktu itu bapak beraanggapan sekolah TK sama dengan sekolah SD. Padahal
jauh berbeda, maka dari itu umur 6 tahun langsung daftar ke SD. Saya masuk ke
SD tahun 2006 dan lulus tahun 20012, bersekolah di SDN Cipendawa. Enam tahun
belajar disana, mulai dari yang sering diantar, sampai berangkat sendiri. Ada
kenangan yang sangat indah waktu kelas 4, karena berkesempatan bernyanyi
bersama teman-teman, untuk mengisi acara perpisahan kelas 6.
Waktu SD saya mempunyai guru terbaik, beliau sangat sabar
ketika menyampaikan materi sehingga mudah di mengerti oleh siswanya. Ada guru
yang baik, tentu ada guru yang membuat saya takut untuk datang kesekolah. Salah
satunya adalah pak Endang, ia memang terkenal galak oleh siswa. Setiap
pagi saya selalu menangis dan mengadu pada Ibu, kalau saya tidak mau berangkat
ke sekolah. Namun ibu selalu bilang kalau niat beliau itu baik. Dan lama
kelamaan saya mengerti, bahwa yang diucapkan oleh ibu itu benar. Dan menjadi
ketagihan di ajar beliau, karena tujuan beliau terlihat galak itu supaya
murid-muridnya disiplin dan menghormati guru.
Masa
Putih Biru (SMP)
Tahun 2012 saya masuk sekolah menengah pertama (SMP), masa
yang berbeda dari yang tadinya 6 tahun menggunakan putih merah, tapi sekarang
menggunakan seragam yang berbeda yaitu seragam putih biru. Walaupun warna
putihnya sama tapi, yang membedakan hanya roknya saja. Waktu itu saya putuskan
bersekolah di SMPN 1 Sukaresmi karena sekolah itu tidak jauh dari rumah, tapi
tetap harus naik angkutan umum (angkot). Selama 1 semester, saya selalu diantar
jemput oleh kakak karena, tidak berani menggunakan angkutan umum. Masuk tahun
2012 dan lulus tahun 2015 banyak kenangan yang saya rasakan di SMP, saat masa
orientasi sekolah (MOS) yang diikuti di SMP mungkin itu pengalaman yang paling
lucu , karena saat orientasi di dandani seperti orang aneh memkai dot bayi,
permen di gantung di dada dan atribut-atribut orientasi aneh lainnya. Yang saya
pakai, tidak hanya memakai atribut seperti orang aneh, tapi disuruh membawa
makanan yang harus ditebak dengan teka-teki. Makanan yang dibawa, bukannya
dimakan tapi malah di kumpulkan dan diambil oleh senior, sedih rasanya sudah
susah payah mencari makanan, tapi secicip pun tidak saya rasakan.
Senang rasanya menikmati masa-masa SMP di sekolah menengah
pertama ini, mengenal pelajaan-pelajaran yang belum di ajarkan di SD. Pelajaran
yang paling saya sukai yaitu pelajaran Seni Budaya, menurut saya seni itu
adalah sarana mengekspresikan diri. Kalau guru yang saya senangi yaitu bu Ineu,
beliau mengajar mata pelajaran IPS. Beliau menyampaikan materi dengan
bercerita, yang mampu membuat siswa membayangkan seolah-olah mengalami peristiwa.
Dan saat itu saya gemar belajar sejarah karena beliau juga yang membuat saya
mencintai pelajaran sejarah. Selain ada pelajaran yang saya suka, tentu ada
pelajaran yang kurang disukai yaitu , pelajaran matematika. Alasannya karena,
kemampuan saya bukan di bidang itu.
Sekolah memang selalu ada suka dukanya, sukanya yaitu
memiliki teman banyak dan mendapatkan pengetahuan dan menambah wawasan. Dukanya
karena selagi SMP saya sering terlambat sekolah padahal, jarak dari rumah ke
sekolah hanya 15 menit. Kenapa itu bisa menjadi duka saya di sekolah?
Karena jarak rumah yang terlalu dekat dengan sekolah, membuat saya selalu
mengulur waktu untuk pergi. Karena itu saya pernah di hukum, dan itu menjadi
kenangan duka di SMP. saya tipe orang yang tidak suka di hukum. Jadi jika di
hukum akan dijadikan kenangan duka. Memang sedikit berlebihan, namun ini yang
akan menjadikan saya berhati-hati dalam bertindak agar tidak terkena hukuman.
Di SD saya punya sahabat tentu di SMP pun punya, tapi
pertemanan di SMP lebih erat, karena mungkin sudah Remaja. Dan lebih banyak
kenangan yang berkesan, kenangan yang paling diingat sampai sekarang adalah
ketika ulang tahun ke-13, semua teman-teman kompak mengerjai, dengan tidak
menegur. Tidak mau jadi orang yang terlalu percaya diri dengan berfikir sedang
di kerjai oleh mereka semua, saat istirahat pun menangis karena dari pagi
datang sampai istirahat tidak ada yang menegur, baru ada teman yang menanyakan
mengapa menagis. Lalu beralasan lagi sakit dan teman saya malah memarahi dan
menyuruh pulang, setelah itu malah semakin menangis dan disitu saya di beri
hadiah sebagai kado ulang tahun. Dari situsaya merasa bahagia karena,
sahabat-sahabat mengingat kapan saya dilahirkan.
Di SMP
kurang banyak mendapatkan prestasi padahal saya sudah berusaha belajar dengan
baik, Kelas 9 SMP merupakan waktu yang di tunggu-tunggu karena setelah lulus
kita akan masuk SMA yang didambakan untuk masuk ke SMA favorit, tapi saya ragu
takut tidak diterima di SMA Negeri Sukaresmi, setelah Ujian Nasional
beres,saya mempersiapkan untuk tes ke SMA , dan Alhamdulillah lulus keterima di
SMA Negeri 1 Sukaresmi.
Masa Putih Abu-Abu (SMA)
Saya sekolah di SMA Negeri 1 Sukaresmi masuk tahun
2015 dan lulus tahun 2018. Senang rasanya ada di masa-masa SMA. Segala
kelucuan, kegembiraan, kesenangan dan hal-hal positif lainnya, saya rasakan,
ketika masuk SMA. Akhirnya saya bisa pakai putih abu-abu, sama seperti masa
SMP. Di SMA juga merasakan masa orientasi yang masih sama dengan SMP. Memakai
atribut yang kurang wajar, membawa makanan-makanan aneh yang tidak
tau maksud dan tujuan dari semua itu. Tapi saya senang menjalani itu
semua, karena mendapatkan teman, selagi saya mengikuti orientasi.
Masa awal masuk SMA meyenangkan sekali, karena disini masa
yang paling di tunggu-tunggu. Disini saya merasa punya keluarga kedua, karena
kekeluargaan kami sangat erat, apalagi masuk di jurusan IPS. Sejak
kelas 12 kami mulai di sibukan dengan belajar persiapan SBMPTN, dan UN. Dan
saya mulai menyusun rencana masuk PTN mana dan jurusan apa, dari awal saya
sudah memilih jurusan Manajemen, karena mungkin kakak saya jurusan itu.
Sampai waktu pendaftaran SNMPTN tiba saya saya akhirnya
memilih UNPAD sebagai PTN yang saya pilih dengan jurusan Ekonomi
Pembangunan, aneh mungkin dari awal manajemen tetapi pas akhir pendaftaran saya
lebih srek dengan jurusan Ekonomi Pembangunan, pengumuman SNMPTN telah tiba
saya dinyatakan tidak lulus, sedih rasanya tapi saya tidak putus asa karena
masih bayak kesempatan lainnya masih ada tes SBMPTN dan tes-tes lainnya. Waktu
nya tiba tes SBMPTN, dan saya mengambil di UIN Jakarta prodi Ekonomi
Pembangunan, tapi saya gagal lagi di SBMPTN, sama seperti SNMPTN saya pun tidak
menyerah begitu saja, saya terus mencoba tes-tes lainnya salah satunya tes PMDK
UNISBA memang saya dari awal ingin masuk PTN tetapi Allah berkehendak lain, dan
saya keterima di UNISBA denagan prodi Ekonomi Syariah, tetapi saya tidak
mengambilnya karena orangtua saya tidak menjizinkannya. Maka dari itu saya tes
ke Universitas Suryakanca dengan alasan jaraknya tidak terlalu jauh, dan
Alhamdulillah dengan itu saya menerima tawaran orantua untuk melanjutkan
pendidikan di UNSUR.
Awal Masuk Kuliah
Pendidikan Bahasa Indonesia yang saya pilih, karena saya
merasa tertarik dengan Pendidikan bahasa Indonesia dan berfikir bahwa lulusan
FKIP bisa mengabulkan harapan saya, ingin memajukan pendidikan di kampung
Cipendawa. Saya sangat bersyukur sekali kepada Allah SWT, yang telah memberi
kesempatan agar bisa menimba ilmu di Universitas suryakancana. Hampir 2 minggu
kuliah disini, saya sudah melewati P2SP, SOSFAK, SOSPROD yang tentunya berbeda
dengan SMP dan SMA, ini lebih berbobot dan tidak ada pemakaian kostum serta
bawaan yang aneh-aneh. Setelah melewati semuanya saya sudah mulai aktif belajar
di kampus UNSUR tercinta yang Insya Allah akan saya lakukan dengan baik dan
saya akan lulus dalam waktu yang di tentukan. Saat ini saya berusia 18 tahun,
dan saat ini pula saya belajar untuk menjadi manusia yang berguna, untuk orang
lain tanpa merendahkan orang lain dan selalu bersyukur dengan apa yang
saya punya.
Komentar
Posting Komentar