UTS Menulis Faktual

TUGAS INDIVIDU
ARTIKEL POPULER
Nama                           : Risa Amaliah
NPM                            : 8820118029
Tingkat/Semester       : 2/4
Prodi                            : PBSI
Matakuliah                  : Menulis Faktual

Pertanyaan :
1. Bagaimana ketertarikan mahasiswa terhadap penggunaan bahasa sunda?
2. Apa saja faktor penyebab pudarnya penggunaan bahasa sunda di kalangan mahasiswa?
3. Bagaimana peran mahasiswa agar penggunaan bahasa sunda tidak punah ?

PENYEBAB PUDARNYA PENGGUNAAN  BAHASA SUNDA
DI KALANGAN MAHASISWA
Indonesia sebagai negara multikultural memiliki berbagai Bahasa, ras, dan budaya. Keanekaragaman ini menjadi suatu kebanggan bagi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dari seluruh pelosok negeri, dan Bangsa Indonesia juga memiliki berbagai bahasa daerah yang beranekaragam. Salah satunya adalah Bahasa Sunda.
Hal ini tidak dipungkiri dapat menjadikan bahasa sebagai media komunikasi dan informasi akan mengalami pencampuran antara bahasa daerah dan Bahasa Pemersatu. Namun komunikasi yang baik dapat tercapai bila penutur menyampaikan pesan dengan baik dan benar, dan mitra tutur memahami dan menerima dengan baik pula maksud dari penutur tanpa terjadi kesalahan dalam pemilihan kata.
Keberadaan beragam suku di Indonesia, dengan beragam bahasa daerah, seharusnya memperkaya bangsa Indonesia, karena bahasa daerah mempunyai peran aktif dalam kekayaan bangsa Indonesia sekaligus ciri khas setiap daerah agar tidak kehilangan jati diri Sunda. Tetapi sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya para mahasiswa sudah jarang menggunakan Bahasa Sunda dalam komunikasi sehari-hari. Misalnya mahasiswa sering menggunakan kata gue untuk kata ganti orang pertama.
Ketertarikan mahasiswa terhadap penggunaan bahasa Sunda semakin berkurang, khususnya di Cianjur. Penduduk kota Cianjur sebagian besar tidak dapat menggunakan bahasa Sunda dengan baik dan benar. Karena penduduk asli yang berdarah Sunda kurang mengangkat bahasanya sendiri. Dan lebih memilih bahasa gaul, untuk dipergunakan dalam berkomunikasi sehari-hari. Sehingga  tidak fasih berbahasa Sunda, bahkan tidak mengenalnya sama sekali.
Padahal Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2003 tentang Pemeliharaan Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah. Salah satu tujuannya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas penggunaan,pemeliharaan dan pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Sunda. Namun usaha pemerintah daerah tersebut belum sepenuhnya berhasil. Karena masih banyak masyarakat khusunya mahasiswa belum bisa menggunakan bahasa sunda yang baik dan benar.
Pudarnya bahasa sunda dikalangan mahasiswa, salah satu faktor utamanya adalah dari lingkungan keluarga. Penggunaan bahasa dalam pendidikan keluarga sangat berpengaruh, terhadap penggunaan bahasa pada seseorang. Karena pendidikan pertama seorang anak, adalah keluarga. Jika seorang anak sudah dibiasakan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, dengan sendirinya anak itu akan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia. Sehingga anak kurang fasih dalam berbicara bahasa sunda. Oleh karena itu, Para orangtua disarankan untuk menggunakan bahasa sunda dalam berkomunikasi sehari-hari agar anak terbiasa dan mengerti akan bahasa sunda.
Faktor lain penyebab pudarnya bahasa Sunda yaitu, adanya pengaruh globalisasi sehingga mengancam hilangnya kududukan dan fungsi bahasa daerah sebagai identitas bangsa Indonesia yang beragam. Pertukaran informasi yang cepat menyebabkan pengaruh terhadap bahasa. Dalam hal ini, pencampuran kosakata dan gaya bahasa sering terjadi. Sehingga lambat laun bahasa Sunda akan terancam pudar keberadaannya, karena bahasa daerah tidak lagi digunakan dalam komunikasi, baik di lingkungan kampus maupun lingkungan keluarga.  
Selain itu banyak mahasiswa yang beranggapan bahwa, bahasa daerah adalah bahasa kuno dan dianggap sebagai bahasa yang kampungan. Dalam hal ini mahasiswa lebih senang dan bangga menggunakan bahasa gaul, sebagai bahasa sehari-harinya dan beranggapan lebih modern. Padahal berkomunikasi dalam bahasa sunda jauh lebih baik, karena itu sebuah warisan dan perlu adanya pelestarian. Menurut Dingding (2011), “Seharusnya upaya pelestarian bahasa Sunda itu bersifat membumi. Misalnya saja, dengan cara membuat papan-papan peringatan di jalan raya bertuliskan bahasa Sunda, jangan hanya membuat papan peringatan dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris saja. Misalnya saja membuat plang berbunyi: Lalaunan, Pelan-pelan, Slow Down,”
Maka dari itu kita sebagai mahasiswa harus menjadi generasi penerus bangsa yang bisa menjaga warisan, dan bisa melestarikan bahasa daerah agar tidak punah, dengan cara menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Dengan demikian, orang-orang di sekitar kita bisa ikut berbicara dengan menggunakan bahasa sunda yang baik dan benar, dengan diawali dari diri kita sendiri terlebih dahulu. Jangan sampai, jika dibiarkan terus seperti ini, keeksistensian bahasa sunda menjadi semakin tergeser dengan keberadaan bahasa gaul. Sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa mencintai dan bangga menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari disamping bahasa nasional.

REFERENSI

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Daily Story

My Daily Story

My Daily Story