Tugas Kelompok Artikel Populer

TUGAS KELOMPOK
ARTIKEL POPULER
Kelompok : 6
Anggota  :
1.       Fitriyani
2.       Risa Amaliah
3.       Muchamad Nuari Ramdan

GEJALA VIRUS CORONA
Virus Corona atau COVID-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan manusia, tidak hanya menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan saja, tapi sampai merenggut nyawa manusia. Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular dari hewan ke manusia dan manusia ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, dan lansia.
Infeksi virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain. Dari sumber Kompas Tv, ada 73 negara yang terkena virus Corona. Dari 73 negara tersebut, 90 ribu orang terkena virus. Diantaranya negara Jepang, korea selatan, Italia dan termasuk negara indonesia. Rata-rata yang rentan terkena virus di atas umur 70 tahun. Karena usia ini sudah mengalami kondisi kesehatan serius, seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan kanker, mengakibatkan mudah terkena virus corona. Sedangkan anak-anak paling aman terkena virus, karena kekebalan tubuhnya masih bagus.
Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan, pada manusia. Merry Dame Cristy Pane dalam alodokter.com (2020) mengemukakan: “Virus corona bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti hidung berair dan meler, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, dan demam, atau gejala penyakit infeksi pernapasan berat, seperti demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, nyeri dada, dan sampai mengakibatkan kematian. Namun, secara umum ada 3 gejala umum yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus Corona, yaitu: 1) Demam, 2) Batuk dan, 3) sesak napas
Gejala virus corona mirip seperti gejala flu biasa, dan sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan manusia. Namun, kedua virus ini berasal dari golongan berbeda dan memiliki ciri-ciri yang berbeda. Menurut Meva Nareza dalam alodokter.com Gejala Flu Biasa dan Infeksi Virus Corona dapat dibedakan. Berikut ini adalah perbedaan gejala flu biasa dengan gejala infeksi virus Corona atau COVID-19:
1.      Flu biasa
Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gajalanya adalah sebagai berikut:
1)      Bersin-bersin
2)      Hidung tersumbat dan berair
3)      Sakit tenggorokan
4)      Sakit kepala ringan
5)      Batuk
6)      Demam (jarang)
Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit.
2.      COVID-19
Sama seperti rhinovirus, virus Corona juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang menderita COVID-19 bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu.Meski begitu, virus Corona yang sekarang sedang mewabah lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran pernapasan bawah. Virus Corona bisa menyerang siapa saja, termasuk ibu hamil atau menyusui serta bayi dan anak-anak.
Ada 3 gejala utama yang dapat muncul pada COVID-19, yaitu:
1)      Demam tinggi
2)      Batuk
3)      Sesak napas
Pasien juga bisa mengalami nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, diare, mual, dan muntah. Namun, gejala ini jarang terjadi dan tidak khas pada pasien COVID-19.
Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.
Dapat disimpulkan persamaan gejala-gelaja flu biasa dan virus corona, membuat diagnosanya menjadi sulit. Tetapi tes dilaboratorium khusus akan membantu mengidentifikasi gejala virus corona atau hanya flu biasa.
Peran pemerintah sangat berbperan aktif, dalam masalah ini. Karena harus memberikan kenyamanan terhadap masyarakat, peran Dinas Kesehatanpun harus intensif melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus ini. Pemeriksaan kesehatan TKA khususnya Tiongkok, memang harus dilakukan, jangan sampai ada suspect baru dilakukan pemeriksaan, karena awal mula virus ini ada yaitu dari negeri Gingseng (Tiongkok).
Peran pemerintah harus menyampaikan fakta maupun data yang benar dalam upaya untuk menenangkan masyarakat. Pemerintah juga harus memanfaatkan hubungan dengan media, dalam hal memberikan informasi-informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Terlebih lagi harus melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran virus ini mau itu dari pejabat sampai masyarakatnya, pemerintah pun harus siap dan sigap dalam keadaan apapun.
Salah satu Gubernur di Indonesia Gubernur Jawa Barat M. Ridwan Kamil menginstruksikan pada seluruh kepala daerah di Jawa Barat membentuk krisis center penanganan virus corona dan setiap RSUD harus menyiapkan ruang isolasi. Dan yang sudah kita rasakan sekarang, pemerintah melakukan penyemprotan disinfektan secara besar-besaran di seluruh daerah di Indonesia, salah satu cara terhindar dari virus yang sudah mengakibatkan ribuan orang di beberapa negara meninggal dunia. Pesan untuk masyarakat yaitu jaga kesehatan, hindari tempat keramaian untuk saat ini, apabila merasa gejala-gejala dari virus ini ada pada tubuh kita langsung memeriksakan diri, stay at home kerjakan segala sesuatunya dari rumah, dan positif thinking dalam hal apapun.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Daily Story

My Daily Story

My Daily Story